herdermssingkil2

SINGKIL – Dalam upaya berkelanjutan untuk mewujudkan pelayanan publik yang prima, akuntabel, dan berintegritas tinggi, Mahkamah Syar'iyah Singkil kembali menggelar agenda rutin briefing bagi seluruh petugas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Kegiatan yang berlangsung di ruang pelayanan utama pada Rabu pagi, 21 Oktober 2026, tersebut dipimpin langsung oleh Hakim Mahkamah Syar'iyah Singkil, Bapak Zulkarnaini, S.Sy., M.H.
WhatsApp Image 2026 10 21 at 08.32.14

Agenda briefing pagi ini diikuti oleh seluruh jajaran petugas PTSP, Front Office, hingga petugas keamanan (security). Kegiatan rutin ini dilaksanakan sebagai media pembinaan, evaluasi harian, serta sarana penyamaan persepsi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pencari keadilan di wilayah Kabupaten Aceh Singkil.

Dalam arahannya, Bapak Zulkarnaini, S.Sy., M.H. menekankan pentingnya konsistensi dalam menerapkan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun) serta 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Merawat, dan Rajin) di lingkungan kerja PTSP. Beliau menyampaikan bahwa PTSP merupakan garda terdepan (frontliner) yang mencerminkan wajah dan citra kelembagaan Mahkamah Syar'iyah Singkil di mata masyarakat.

"Petugas PTSP adalah cermin pertama dari Mahkamah Syar'iyah Singkil. Senyum dan keramahan yang kita berikan, dipadukan dengan ketepatan serta kecepatan dalam memberikan informasi, akan sangat membantu menenangkan para pencari keadilan yang datang membawa permasalahan hukum mereka," ujar Hakim Zulkarnaini, S.Sy., M.H. dalam pembinaannya.

Selain faktor keramahan, beliau juga menggarisbawahi pentingnya ketelitian administrasi serta penguasaan regulasi dan Prosedur Operasional Standar (SOP) yang berlaku. Setiap petugas diharapkan senantiasa memperbarui pemahaman terkait alur pendaftaran perkara, syarat-syarat pengajuan permohonan/gugatan, hingga pemanfaatan layanan berbasis elektronik (e-Court). Hal ini bertujuan agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat senantiasa akurat dan terhindar dari kekeliruan prosedur.

Tak kalah penting, dalam kesempatan tersebut Hakim pembina juga kembali mengingatkan seluruh personil untuk senantiasa menjaga komitmen pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Seluruh petugas diimbau untuk menolak segala bentuk gratifikasi, pungutan liar, maupun praktik percaloan dalam bentuk apa pun.

Briefing diakhiri dengan sesi diskusi interaktif untuk menampung kendala teknis yang dihadapi petugas di lapangan selama sepekan terakhir, dilanjutkan dengan pembacaan doa bersama agar pelaksanaan tugas pelayanan sepanjang hari dapat berjalan lancar, tertib, dan penuh keberkahan.