SINGKIL – Mengakhiri rangkaian aktivitas pelayanan dan penyelesaian perkara selama sepekan, Mahkamah Syar’iyah Singkil menyelenggarakan kegiatan rutin Apel Sore pada Jumat, 28 Agustus 2026. Berlokasi di halaman depan kantor Mahkamah Syar’iyah Singkil, kegiatan ini dipimpin langsung oleh Hakim Mahkamah Syar’iyah Singkil dan diikuti oleh seluruh elemen aparatur instansi.
Apel sore yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan, para Hakim, Pejabat Kestrukturalan dan Fungsional, staf ASN. Kehadiran seluruh personel menegaskan komitmen bersama dalam menjaga kedisiplinan serta loyalitas terhadap tugas-tugas peradilan.
Apresiasi Kinerja dan Evaluasi Mingguan
Dalam amanatnya, Pembina Apel menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh aparatur atas kerja keras dan dedikasi yang ditunjukkan sepanjang pekan ini. Berbagai agenda persidangan, administrasi perkara, hingga pelayanan publik melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) telah berjalan dengan optimal dan lancar.

"Apel sore bukan sekadar rutinitas formalitas untuk mengakhiri jam kerja, melainkan sarana evaluasi ringan, pendorong semangat, serta bentuk pertanggungjawaban moral atas tugas pelayanan yang telah kita selesaikan selama sepekan ini," ujar Pembina Apel dalam pengarahannya.
Selain memberikan apresiasi, Pembina Apel juga mengingatkan seluruh pegawai untuk tetap menjaga integritas, profesionalisme, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan di Kabupaten Aceh Singkil.
Refleksi Sebelum Akhir Pekan
Pelaksanaan apel di penghujung pekan kerja ini juga dimanfaatkan sebagai momen penyegaran (refreshment) sebelum memasuki masa istirahat akhir pekan. Aparatur diimbau untuk memanfaatkan waktu libur akhir pekan dengan maksimal bersama keluarga agar kembali mendapatkan kesegaran fisik dan mental saat menyambut tugas-tugas di awal pekan mendatang.
Kegiatan apel sore ditutup dengan pembacaan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas kelancaran seluruh kegiatan perkantoran selama satu minggu penuh, sekaligus memohon perlindungan dan keberkahan dalam menjalankan tugas-tugas mendatangkan keadilan bagi masyarakat. Setelah pembacaan doa dan penghormatan terakhir, seluruh aparatur saling berjabat tangan dan membubarkan diri secara tertib.


