herdermssingkil2

Singkil – Dalam rangka menjaga konsistensi kualitas pelayanan publik dan meningkatkan integritas aparatur, Mahkamah Syar’iyah Singkil kembali melaksanakan agenda rutin briefing pagi bagi petugas Pelayanan Terpadu Satu Pintu PTSP. Kegiatan yang berlangsung di ruang lobi utama PTSP pada Rabu, 10 Juni 2026 ini dipimpin langsung oleh Ketua Mahkamah Syar’iyah Singkil.

WhatsApp Image 2026 06 10 at 08.46.22

Briefing ini menjadi salah satu instrumen penting manajemen dalam melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap performa garda terdepan pengadilan. Hadir dalam kesempatan tersebut para pejabat struktural dan fungsional yang turut mengawasi jalannya pelayanan sehari-hari.

Komitmen Menuju Pelayanan Prima (Service Excellence)

Dalam arahannya, Ketua Mahkamah Syar’iyah Singkil menyampaikan apresiasi atas dedikasi yang telah ditunjukkan oleh seluruh petugas pelayanan hingga memasuki pertengahan tahun 2026 ini. Namun, beliau mengingatkan bahwa mempertahankan kepuasan masyarakat jauh lebih menantang daripada meraihnya.

Sebagai lembaga peradilan yang berorientasi pada pelayanan publik yang berkeadilan, PTSP bukan sekadar tempat menerima berkas perkara, melainkan "wajah" utama yang mencerminkan wibawa dan profesionalisme institusi Mahkamah Syar’iyah Singkil di mata masyarakat pencari keadilan.

"Setiap masyarakat yang datang ke Mahkamah Syar’iyah Singkil membawa harapan akan tegaknya keadilan dan solusi atas permasalahan hukum mereka. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban mutlak bagi kita untuk menyambut mereka dengan standar pelayanan tertinggi," tegas Ketua dalam arahannya.

Internalisasi Nilai 5S: Bukan Sekadar Slogan, Tapi Karakter

Inti dari briefing pagi kali ini berfokus pada penguatan kembali (refreshment) konsep 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun). Ketua Mahkamah Syar’iyah Singkil menguraikan secara detail bagaimana kelima aspek tersebut harus diintegrasikan dalam setiap interaksi pelayanan:

  • Senyum: Menjadi langkah awal untuk mencairkan ketegangan. Senyum yang tulus dari petugas dapat memberikan rasa aman dan kenyamanan psikologis bagi masyarakat yang sedang menghadapi perkara.
  • Sapa: Petugas diharapkan aktif dan proaktif dalam menyapa masyarakat, menanyakan keperluan mereka dengan nada yang ramah dan penuh perhatian.
  • Salam: Sebagai lembaga peradilan Islam, ucapan salam bukan sekadar formalitas, melainkan doa keselamatan yang dipanjatkan antar sesama, yang menumbuhkan rasa kekeluargaan dan kepercayaan.
  • Sopan: Tercermin dari sikap tubuh, tata bahasa yang digunakan, serta kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku tanpa membeda-bedakan latar belakang masyarakat.
  • Santun: Memiliki kepekaan empati yang tinggi, mendengarkan keluhan dengan sabar, dan memberikan solusi hukum yang substantif dengan cara yang menyejukkan.

Ketua menambahkan bahwa penerapan 5S ini harus berjalan beriringan dengan pemanfaatan berbagai inovasi layanan digital yang telah dikembangkan oleh Mahkamah Syar'iyah Singkil, sehingga pelayanan tidak hanya berjalan ramah secara personal, tetapi juga cepat, transparan, dan akuntabel secara sistem.

Antisipasi Kendala dan Penguatan Integritas

Selain menekankan aspek keramahan, briefing ini juga menjadi wadah diskusi interaktif. Ketua memberikan kesempatan kepada para petugas PTSP untuk menyampaikan kendala teknis yang dihadapi di lapangan, baik terkait sarana prasarana maupun dinamika pelayanan.

Menutup arahannya, Ketua Mahkamah Syar’iyah Singkil kembali mewanti-wanti seluruh jajaran untuk menjauhi segala bentuk praktik KKN, pungutan liar, maupun gratifikasi. Beliau menegaskan bahwa keramahan dalam 5S harus dibentengi oleh integritas yang kokoh demi menjaga predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Kegiatan briefing pagi ini diakhiri dengan pembacaan doa bersama dan yel-yel penyemangat Mahkamah Syar’iyah Singkil, memompa energi positif seluruh petugas sebelum memulai aktivitas pelayanan kepada masyarakat bumi Syekh Abdurrauf As-Singkily.