Pulau Banyak– Mahkamah Syar’iyah Singkil kembali menunjukkan dedikasi tanpa batas dalam memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat. Melalui program Sidang diluar Gedung pengadilan, tim Mahkamah Syar’iyah Singkil melakukan perjalanan dinas yang menantang menuju wilayah terluar Kabupaten Aceh Singkil, yakni Kecamatan Pulau Banyak dan Kecamatan Pulau Banyak Barat.

Misi kemanusiaan dan hukum ini tidak hanya sekadar menjalankan tugas formal, tetapi merupakan upaya nyata "menjemput bola" bagi warga kepulauan yang memiliki keterbatasan akses transportasi dan biaya untuk menuju pusat kabupaten di daratan Singkil.
Perjuangan tim dimulai pada sore hari, Rabu, 06 Mei 2026. Tim yang terdiri dari Ketua Majelis Hakim, Panitera, Panitera Pengganti, Jurusita, serta staf Kepaniteraan bertolak dari daratan Singkil. Menggunakan sarana transportasi Kapal Ferry, tim harus bersabar menempuh jalur laut selama 4 jam perjalanan sebelum akhirnya bersandar di kepulauan.
Waktu tempuh yang cukup lama dan kondisi laut yang tidak menentu tidak menyurutkan semangat para aparatur pengadilan ini. Perjalanan sore itu menjadi awal dari rangkaian pengabdian yang telah dinantikan oleh masyarakat setempat.
Hari Pertama: Pelayanan di Jantung Kecamatan Pulau Banyak
Kamis, 07 Mei 2026, menjadi hari pertama pelaksanaan sidang. Bertempat di Kantor Kecamatan Pulau Banyak, Desa Pulau Balai, tim segera mempersiapkan ruang sidang agar tetap representatif dan khidmat.
Pada agenda hari pertama ini, terdapat 3 perkara yang berhasil disidangkan, meliputi:
- 2 Perkara Cerai Gugat
- 1 Perkara Cerai Talak

Masyarakat yang hadir tampak terbantu dengan kehadiran tim Mahkamah Syar’iyah Singkil di kantor kecamatan. Masyarakat tidak perlu lagi merogoh kocek lebih dalam atau menghabiskan waktu berhari-hari untuk pergi ke Singkil hanya demi menghadiri persidangan.
Hari Kedua: Menembus Batas ke Pulau Banyak Barat
Tantangan sesungguhnya muncul pada hari kedua, Jumat, 08 Mei 2026. Tim harus berpindah lokasi menuju Desa Haloban, Kecamatan Pulau Banyak Barat. Meskipun masih berada dalam satu gugusan pulau, akses antar-kecamatan ini harus ditempuh melalui jalur laut.

Menggunakan speed boat, tim menempuh jarak yang cukup jauh dengan waktu perjalanan sekitar 45 menit. Guncangan ombak dan angin kencang di atas perahu cepat menjadi bumbu perjuangan hari itu. Namun, rasa lelah tim terbayar lunas saat melihat antusiasme warga di Kantor Kecamatan Pulau Banyak Barat.
Di lokasi kedua ini, tim fokus menangani 8 perkara Isbat Nikah. Perkara ini sangat krusial bagi warga Haloban untuk memperoleh legalitas pernikahan yang sah secara hukum negara, yang nantinya akan mempermudah dalam mengurus dokumen kependudukan seperti akta kelahiran anak, jaminan kesehatan, dan administrasi lainnya.

Jarak yang jauh, waktu tempuh yang lama, hingga peralihan moda transportasi dari kapal besar ke speed boat kecil tentu menguras energi. Namun, ada filosofi yang tetap dipegang teguh oleh seluruh anggota tim Mahkamah Syar’iyah Singkil: Pelayanan Prima adalah Prioritas.


Kegiatan Sidang di luar Gedung pengadilan ini merupakan bukti nyata bahwa negara hadir di tengah Tengah masyarakat, bahkan hingga ke ujung pulau. Mahkamah Syar’iyah Singkil berkomitmen untuk terus konsisten menjalankan program ini guna memastikan bahwa keadilan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali. Semoga…


