Musibah banjir dan longsor yang menimpa sebagian wilayah Sumatera, termasuk Aceh hingga saat ini masih terus berlangsung. Tidak terkecuali sebagian besar wilayah Kabupaten Aceh Singkil yang saat ini turut terdampak bencana banjir dengan skala besar dan longsor di beberapa wilayah Desa yang ada seperti di Kecamatan Singkil, wilayah Lipat Kajang, Handel, Kecamatan Danau Paris serta kecamatan lainnya.
Dampak banjir dan longsor yang menimpa sebagian wilayah Aceh Singkil turut berdampak pada putusnya akses jalan yang menjadi nyawa distribusi logistik serta kebutuhan pokok masyarakat. Hal ini turut menjadi cobaan dan beban tambahan bagi masyarakat yg sudah terdampak akibat kondisi banjir yg saat ini masih menghantui di wilayahnya tersebut.

Mahkamah Syar'iyah Singkil tidak luput dari rasa duka dan prihatin atas musibah tersebut. Apalagi di wilayah terdampak tersebut sebagian aparatur masih turut ikut terjebak dalam kondisi memprihatinkan. Oleh karena kondisi tersebut, pada hari Senin, 1 Desember 2025, Ketua Mahkamah Syar'iyah Singkil beserta aparatur yang tidak terdampak berusaha menembus akses jalan yang terputus guna memberikan bantuan logistik, utamanya kebutuhan pokok sehari-hari yang saat ini mulai menipis di wilayah terdampak banjir di Kecamatan Singkil.

Bantuan logisitik yang turut diturunkan oleh Mahkamah Syar'iyah Singkil berupa kebutuhan pokok seperti beras dan bahan pangan lainnya. Harapannya bantuan tersebut dapat setidaknya membantu masyarakat terdampak dalam memenuhi kebutuhan pokoknya selama mengalami krisis akibat bencana banjir yang menimpa wilayahnya.
Kedepannya, Ketua Mahkamah Syar'iyah Singkil berharap agar kondisi cuaca dan wilayah terdampak dapat segera membaik dan pulih. Sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dan bangkit dari kondisi bencana banjir dan longsor yang menimpa wilayah sebagian Sumatera beberapa pekan belakangan ini.


