herdermssingkil

Ditulis oleh Ms Singkil on .

sidang secara elektronik.jpg

Selasa, 31 Maret 2020, bertempat di ruang sidang sidang Mahkamah Syar’iyah Singkil, Hakim Tunggal Mahkamah Syariyah Singkil (Fauziati, S.Ag., M.Ag.) didampingi oleh Panitera Pengganti (Tengku Tuti Handayani, S.H.) perdana memutuskan perkara melalui sidang via teleconference. Adapun perkara yang diputus tersebut adalah perkara pelecehan seksual dengan register Nomor 2/JN/2020/MS.Skl dan perkara ikhtilat dengan register Nomor 3/JN/2020/MS.Skl.

Dalam putusan dua perkara jinayat tersebut, terdakwa perkara Nomor 2/JN/2020/MS.Skl dijatuhi hukuman 60 (enam puluh) bulan penjara sedangkan terdakwa untuk perkara Nomor 3/JN/2020/MS.Skl, dijatuhi hukuman 8 (delapan) kali cambuk dengan dikurangi masa tahanan.

sidang secara elektronik2.jpg

Sidang melalui teleconference tersebut merupakan salah satu upaya pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Mahkamah Syar'iyah Singkil berkerja sama dengan Kejaksaan Negeri Singkil dan Rumah Tahanan Singkil dalam melaksanakan sidang via teleconference ini. Pelaksanaan sidang via teleconference tersebut telah dilegalkan melalui Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2020 Tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Selama Masa Pencegahan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Lingkungan Mahkamah Agung dan Badan Peradilan di Bawahnya. Sikap yang diambil Mahkamah Agung ini juga menyelesaikan soal legalitas sidang perkara pidana (jinayat untuk lingkungan Mahkamah Syar’iyah Aceh) via teleconference.