herdermssingkil

Ditulis oleh Ms Singkil on .

Drs. H. M. Jamil Ibrahim, S.H., M.H., M.M telah sampai pada akhir jabatannya sebagai Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh. Pelaksanaan Wisuda Purna Bakti Drs. H. M. Jamil Ibrahim, S.H., M.H., M.M sebagai Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh berlangsung 2 (dua) hari yaitu pada tanggal 22 sampai dengan 23 September 2019 yang digelar di Aula H. Ahmad Hasballah Lantai III Mahkamah Syar’iyah Aceh yang dipimpin langsung oleh Ketua Kamar Peradilan Agama Mahkamah Agung RI (Dr. H. Amran Suadi, SH., M.H., MM).

Ketua dan Wakil Ketua Mahkamah Syar’iyah Singkil  (Ibu Fauziati, S.HI,. M.Ag dan Bpk Mujihendra, S,HI, M.Age ) turut hadir dalam Acara Wisuda Purna Bakti Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh menyaksikan pelepasan dan penyerahan kalung jabatan dan Toga hakim kepada Ketua Kamar Agama Mahkamah Agung RI.

Selain Ketua Kamar Peradilan Agama Mahkamah Agung RI, upacara Wisuda Purna Bakti Drs. H. M. Jamil Ibrahim, S.H., M.H., M.M dihadiri juga oleh Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama MARI, beberapa Ketua Pengadilan Tinggi Agama seluruh Indonesia, Ketua Pengadilan Tinggi Aceh, para Hakim dari 4 lingkungan peradilan se Kota Banda Aceh dan Ketua Mahkamah Syar’iyah Kabupaten/Kota se Aceh.

Dalam kata sambutan terakhirnya Drs. H. M. Jamil Ibrahim, S.H., M.H., M.M mengutarakan permohonan maaf terhadap YM. Ketua Kamar Peradilan Agama Mahkamah Agung atas kemungkinan disaat beliau memimpin Mahkamah Syar’iyah Aceh kinerjanya masih belum maksimal.

Dalam sambutan Ketua Mahkamah Agung, yang dibacakan oleh Ketua Kamar Peradilan Agama Mahkamah Agung RI, Hakim tinggi dengan jabatan Ketua Pengadilan Tinggi adalah karir seorang Hakim yang tertinggi pada judex facti seperti yang diraih oleh Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh (Drs. H. M. Jamil Ibrahim, SH., MH.,M.M.) tidak semua Hakim Tinggi dilingkungan Peradilan Agama bisa menjadi Ketua Mahkamah Syar’iyah kerena terbatasnya jumlah kursi jabatan tersebut. Oleh sebab itu suatu hal yang membanggakan dan merupakan suatu penghargaan jabatan, bila seorang Ketua Mahkamah Syar’iyah dapat selamat sampai pada akhir masa jabatannya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Kamar Peradilan Agama Mahkamah Agung RI mengatakan bahwa rutinitas sebagai hakim untuk memeriksa dan memutus perkara telah berakhir, namun tugas kepada keluarga, masyarakat dan negara tidak akan berakhir, oleh karena itu sebagai anggota korp Hakim dan warga peradilan saya harap agar tetap terjalin komunikasi dan silaturahmi dengan insan jajaran peradilan dan Mahkamah Agung RI.

Setelah acara Wisuda Purna Bakti Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh selesai, dilanjutkan dengan sesi foto bersama di teras Mahkamah Syar’iyah Aceh bersama Ketua Kamar Peradilan Agama Mahkamah Agung RI, Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama MARI dan seluruh tamu undangan yang hadir.